Slamet Winarto, S.Pd
Mengolah Pelepah Pisang Menjadi Makanan Ringan Crispy (Papi-Cris) Sebagai Solusi Menambah Pendapatan Keluarga

Oleh: Slamet Winarto, S.Pd
MTs Negeri 2 Rembang
(Artikel ini Diterbitkan Melalui Gerakan Menulis Buku Nasional)
ABSTRAK
Saat ini, pemanfaatan pohon pisang yang paling besar adalah buahnya. Baik dimakan secara langsung, direbus, digoreng atau diolah dalam bentuk masakan dengan olahan lain seperti selai pisang, keripik pisang dan lain sebagainya. Kemudian daun pohon pisang dimanfaatkan untuk pembungkus biasanya untuk pembungkus makanan atau sebagai pembuatan makanan, misalnya sebagai bungkus tempe, lontong dan lain sebagainya. Bunga atau jantung pisang juga sudah dimanfaatkan sebagai sayuran. Dan bonggol pisang yang dikembangkan untuk diolah menjadi keripik bonggol pisang. Dari hasil uji coba, pelepah pisang dapat diolah dengan menggunakan cara deep frying menjadi bentuk makanan ringan yang siap saji.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi partisipasi, dimana dilakukan observasi secara langsung dan terlibat dalam proses pengolahan pelepah pisang menjadi makanan ringan. Sumber data yang digunakan adalah Library Research dengan mengkaji teoritis melalui buku-buku, majalah, surat kabar, internet maupun media lain yang relevan dengan pokok masalah dalam penelitian karya ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Pelepah pisang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ringan, (2) Pelepah pisang layak untuk dikonsumsi setelah dilakukan proses pengolahan, (3) Nilai ekonomis pemanfaatan pelepah pisang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci: Pelepah pisang, Makanan Ringan, Pengolahan
PENDAHULUAN
Pisang merupakan salah satu tanaman buah yang mempunyai prospek cukup baik. Sebagai tanaman herba yang berasal dari kawasan Asia kemudian menyebar ke Afrika, Amerika Selatan dan Tengah. Di Indonesia sendiri pohon pisang banyak kita jumpai tumbuh hampir di setiap daerah, hal ini karena tanaman pisang dapat hidup dengan baik di daerah yang memiliki iklim tropis sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Bahkan dalam keadaan kering pun pohon pisang masih bisa bertahan hidup, hal ini disebabkan karena batangnya yang mengandung air cukup tinggi.
Saat ini, pemanfaatan pohon pisang yang paling besar adalah buahnya. Baik dimakan secara langsung, direbus, digoreng atau diolah dalam bentuk masakan lain maupun olahan lain seperti selai pisang, keripik pisang dan lain sebagainya. Kemudian daun pohon pisang dimanfaatkan untuk pembungkus biasanya untuk pembungkus makanan atau sebagai sebagai sarana pembuatan makanan, misalnya sebagai bungkus tempe, lontong dan lain sebagainya. Bunga atau jantung pisang juga sudah dimanfaatkan sebagai sayuran. Dan bonggol pisang yang dikembangkan untuk diolah menjadi keripik bonggol pisang.
Setelah semua yang dimiliki pohon pisang dimanfaatkan, kecenderungan batang pohon pisang dibuang begitu saja. Pemanfaatan batang pohon pisang saat ini digunakan sebagai bahan kerajinan dan seni, termasuk sebagai bagian bagi kesenian pewayangan dalam meletakkan sederet wayang di atas panggung. Pemanfaatan pelepah pisang sebagai kuliner belum dimanfaatkan secara maksimal.
Hasil ujicoba pelepah pisang dapat dimanfaatkan menjadi makanan ringan yang siap saji dan tentunya di masa pandemi seperti ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber pendapatan untuk mempertahankan perekonomian keluarga.
KAJIAN PUSTAKA
Pelepah Pisang
Batang pisang yang sesungguhnya adalah yang terletak bagian yang paling dalam yang ditutupi oleh pelepah-pelepah pisang hingga berlapis-lapis. Pelepah pisang ini yang disebut sebagai batang semu. Batang semu yang dimiliki pohon pisang juga berwarna warni sesuai dengan jenis pohon pisang, diantaranya: kuning, kuning kehijauan, merah kehijauan, hijau, merah dan merah muda keunguan.
Jika diperhatikan, pelepah pisang memiliki pesona unik dan kesan menarik. Keistimewaan yang sangat menarik dengan garis serat yang ada di permukaannya, sehingga dengan berbagai cara pelepah pisang ini banyak dimanfaatkan untuk kerajinan yang menjadi produk unggulan dan menjadi berkah bagi produsennya.
Teknik Pengolahan Makanan
Pengolahan makanan adalah kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain untuk dikonsumsi oleh manusia atau oleh industri pengolahan makanan (Winarno,1993). Teknik dasar pengolahan bahan makanan dibedakan menjadi dua, yaitu teknik pengolahan makanan panas (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking).
Teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) adalah teknik pengolahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Teknik ini mencakup: (1) Teknik Boiling, (2) Teknik Poaching, (3) Teknik Braising, (4) Teknik Stewing, dan (5) Teknik Steaming.
Teknik pengolahan makanan panas kering (dry heat cooking) merupakan teknik pengolahan makanan tanpa menggunakan bahan cairan untuk mematangkannya. Termasuk dalam teknik ini adalah: (1) Deep Frying, (2) Shallow Frying, (3) Roasting, (4) Baking, dan (5) Grilling,
Mekanisme Pengolahan Bahan Makanan
Sebagai langkah awal dalam pengolahan bahan makanan/pangan adalah mempersiapkan bahan makanan dengan menyiapkan semua bahan makanan yang diperlukan sebelum dilakukan proses pengolahan. Setelah semua dipersiapkan langkah berikutnya adalah melakukan proses pengolahan yang dilakukan mulai dari membersihkan bahan makanan seperti mencuci, memotong, sampai pada proses memasak. Setelah proses pengolahan selesai pada tahap akhir adalah proses pendistribusian dan penyajian makanan termasuk di dalamnya adalah pengemasan produk makanan yang telah selesai diolah.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menggunakan analisis deskriptif. dengan pendekatan eksperimen. Dimana peneliti terlibat secara langsung dalam dalam melakukan uji coba mulai dari penyiapan bahan mentah menjadi bahan jadi berupa makanan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Menyiapkan Bahan Makanan
Bahan baku utama yang akan diolah sebagai makanan adalah pelepah pisang. Setiap pohon pisang akan mempunyai ciri dan keunikan tersendiri pada batangnya. Pelepah pisang adalah bagian dari batang pisang yang berlapis-lapis dan dapat dikelupas,
Gambar 1 Pohon Pisang yang banyak dijumpai disekitar
Hampir setiap jenis pohon pisang dapat kita manfaatkan pelepahnya sebagai bahan makanan yang banyak disekitar tempat tinggal kita. Untuk memilih pelepah pisang sebagai bahan makanan sebagai berikut: (1) pilihlah jenis pohon pisang yang memiliki serat bertekstur lembut, (2) Potong batang pisang pada bagian yang memiliki pelepah tebal, (3) kelupas pelepah batang pisang, untuk memilih bagian pelepah yang ada di lapisan dalam.
Setelah mendapatkan pelepah pisang sebagai bahan, potonglah pelepah pisang tersebut dengan ukuran sesuai selera dan bisa juga dipotong dengan bentuk sesuai selera.

Gambar 2 Potongan Pelepah Pisang
Kemudian potongan pelepah pisang kita belah bagian sisi luarnya untuk diambil pada bagian dalamnya. sehingga menjadi bentuk tipis dan berlobang seperti gambar berikut.
Gambar 3 Bagian Pelepah pisang yang telah dibelah
Setelah memotong bagian pelepah pisang dengan membuang bagian-bagian luarnya, rendamlah dengan air.

Gambar 4 Perendaman
Bahan lain yang perlu dipersiapkan sebagai pelengkap diantaranya adalah: (1) Tepung terigu, (2) Bawang putih, (3), Daun jeruk, (4) Garam, (5) Bumbu masak/penyedap rasa, (6) Minyak goreng dan (7) air.
Gambar 5 Bahan-bahan Yang Dipersiapkan
Menyiapkan Peralatan
Untuk pengolahan bahan makanan, peralatan yang dibutuhkan adalah: (1) Panci, (2) Pisau, (3) Talenan, (4) Layah/cobek, (5) kompor, dan (6) Wajan.
Proses Pengolahan
Pengolahan pelepah pisang ini menggunakan teknik deep frying yaitu mengolah dengan cara menggoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Pada teknik ini yang digoreng betul-betul tenggelam dalam minyak untuk memperoleh hasil crispy atau kering.
Adapun proses pengolahannya adalah sebagai berikut: (1) Cuci bersih pelepah pisang yang telah diiris, kemudian rendam beberapa saat, (2) Persiapkan bumbu berupa 5 siung bawang putih, 2 lembar daun jeruk, ½ sendok makan garam beryodium, dan ¼ sendok teh penyedap rasa. Semua bahan-bahan tersebut dihaluskan dengan menggunakan layah/cobek, kemudian setelah halus campurkan 1 gelas air dan diaduk rata kemudian tuangkan ke dalam panci. Bumbu dapat dikurangi atau ditambah sesuai dengan selera dan kebutuhan serta dapat divariasi dengan rasa pedas atau rasa lain. (3) Peras pelepah pisang yang direndam tadi hingga kering airnya, lalu masukkan ke dalam bumbu yang telah di buat aduk rata hingga bumbu meresap, biarkan beberapa saat sampai bumbu benar-benar meresap. (4) Tuangkan ¼ kg tepung terigu atau sesuai dengan kebutuhan di baki/wadah kering lainnya. Untuk jenis tepung ini sekarang banyak dijumpai di toko/supermarket untuk jenis makanan crispy. (4) Ambil pelepah pisang yang telah direndam dengan bumbu dan masukkan pada tepung lalu ditaburkan secara merata hingga tepung itu menempel pada pelepah pisang, (5) Siapkan penggorengan/wajan di atas kompor dan tuang minyak goreng lalu panaskan, (7) Jika minyak goreng sudah panas masukkan pelepah pisang yang sudah ditaburi tepung tadi ke dalam wajan, lakukan penggorengan hingga kering. Usahakan saat penggorengan menggunakan minyak yang banyak sehingga pelepah pisang dapat tenggelam, (8) Jika sudah matang, lalu tiriskan dan siap disajikan di atas piring.
Gambar 6 Proses Penggorengan (Obyek adalah siswa-siswi Penulis)
Sebagai hasil akhir, pengolahan pelepah pisang menjadi makanan ringan crispy dapat disajikan untuk dikonsumsi keluarga sebagai cemilan di rumah dan bisa juga dikembangkan untuk usaha rumahan atau home industri dengan pengajuan ijin depkes guna mendapatkan legalitas kelayakan produksi makanan.

Gambar 7 Hasil Jadi setelah pengolahan
Pengolahan pelepah pisang dalam bentuk crispy juga dapat dikembangkan dengan berbagai variasi beraneka rasa (Gurih, manis atau pedas). Untuk lebih menarik dalam distribusi pemasaran,maka sangat diperlukan pengemasan produk dari bahan-bahan yang kedap udara guna melindungi makanan agar dapat bertahan lama dan tidak melempem. Dari hasil uji coba, kekuatan pelepah pisang crispy (Papi-Cris) kerenyahannya mampu bertahan lebih dari satu minggu.
PENUTUP DAN SARAN-SARAN
Pohon pisang yang banyak dijumpai di sekitar kita dapat dimanfaatkan selain untuk bahan kerajinan juga diolah dalam bentuk makanan. Pelepah pohon pisang di lingkungan rumah cenderung belum dimanfaatkan untuk diolah secara maksimal.
Pengolahan pelepah pisang menjadi makanan ringan crispy selain untuk dikonsumsi keluarga sendiri dapat juga dikembangkan menjadikan usaha rumahan atau home industri sebagai alternatif menambah pendapatan keluarga, bahkan untuk membuka lapangan kerja baru dengan usaha mandiri.
DAFTAR PUSTAKA
Handoko, L. Rosmahani, M.C, C.Hermanto dan N.I. Sidik, 1996, Aplikasi Pengendalian Hama dan Penyakit Penting pada Tanaman Pisang di Lahan Kering, Balai Pengajian Teknologi Pertanian, Malang
Kasijadi, F., S. Purnomo dan Suhardjo, 1996, Rakitan Teknologi Produksi untuk pengembangan agribisnis pisang., Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Malang.
Meirwandinata, 2020, Modul Prakarya, Putra Nugraha, Surakarta.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Karya Guru: Ulinnuha #7
**Bab 5 Mendengar Lebih Penting daripada Menasihati** Tentang menjadi guru sekaligus manusia Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 Dalam dunia pendidikan, guru sering d
Karya Guru: Ulinnuha #6
**Bab 4 Keteladanan yang Tidak Pernah Ditulis** Pelajaran tanpa papan tulis Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 Tidak semua pelajaran tercantum dalam buku ajar. Tidak
Karya Guru Ulinnuha #5
**Bab 3 Hal-Hal Kecil yang Sering Diremehkan** (Sapaan, senyum, dan hadir sepenuh hati) Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 Dalam keseharian di sekolah, sering kali p
Karya Guru: Ulinnuha #4
Tidak Harus Hebat untuk Berdampak Catatan Kecil dari Ruang Kelas Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 **Bab 2 Guru Biasa dengan Peran yang Luar Biasa** Ketika konsisten
Karya Guru: Ulinnuha #3
Tidak Harus Hebat untuk Berdampak Catatan Kecil dari Ruang Kelas Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 **Bab 1 Ruang Kelas yang Mengajar Balik**Tentang pelajaran yang justru
Karya Guru: Ulinnuha #2
Tidak Harus Hebat untuk Berdampak Catatan Kecil dari Ruang Kelas Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 **Pendahuluan Catatan Kecil yang Ingin Didengar Tulisan ini tidak lahir
Karya Guru: Ulinnuha #1
Tidak Harus Hebat untuk Berdampak (Catatan Kecil dari Ruang Kelas) Penulis: Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 Pengantar*** Tulisan ini lahir dari ruang-ruang sederhan
Karya Sastra
WAKTU YANG MENUNGGU Karya: Endang Basuki Asih, S.Pd Ketika ku tak dipedulikan,kau diam bagaikan kesunyianSampai saat yang terang benderang,ternyata kau hanya mencari amanKarya
Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Di dalam skema penerapan Kurikulum Merdeka, modul ajar menjadi pengganti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam kurikulum 2013. Guru tidak perlu lagi membuat RPP tet
Perangkat Kurikulum Merdeka
Fahami Fase dalam Kurikulum Merdeka Unduh TP, CP, ATP dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka ini, pemerintah membentuk sistem fase capaian pembelajaran untuk memetakan tingkat kemampuan s